← Catatan IKA DARMA AYU · 08 September 2026

Catatan & Kabar

Bangunlah, Ayo Bangkitlah!

Versi asli naskah puisi yang ditampilkan saat Pementasan Drama khas Kemah Bakti Mahasiswa XXIII tahun 2017 di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Indramayu.

Bangunlah, Ayo Bangkitlah!
Bangunlah, kawan!
Bangunlah!
Tahukah kau?
Di sebuah wilayah
Di sejumlah negeri
Di gubuk derita
Di istana bertahtakan intan permata
Di kaki bukit
Di tepi sungai
Di puncak tertinggi
Di ujung dunia
Di ufuk timur
Di selatan khatulistiwa
Di rawa
Diapit rindangnya perdu
Di kota kecil penuh cerita
Dimanapun berada
Di atas bumi-Mu yang menghampar luas ini

Aku mendengar kabar
Kabar yang tak mengenakkan
Menyesakkan dada
Menusuk relung hati
Menutup rapat asa
Menumpulkan semangat jiwa
Memporak-porandakan kestabilan
Melempar jauh impian hingga tak terjangkau lagi

Bangunlah!
Haruskah ku beritahukan kabar ini?
Kepada khalayak ramai
Pada segenap pembaca
Pendengar
Hadirin
Para insan
Dari kota kecil tersebut?
Yang sejatinya seolah tengah menikmati harumnya mawar
Di pelosok hutan liar di pedalaman rimba
Di tengah tidur panjangnya
Di zona nyaman racun kehidupan

Bangunlah!
Dengarlah, kawan!
Dengarlah!
Ada suara bergetar
Menggema
Menggetarkan gendang telinga
Menjalar ke penjuru negeri
Innalillahi wainnailaihi roji’un

Innalillahi wainnailaihi roji’un

Innalillahi wainnailaihi roji’un
Telah meninggal dunia
Rasa empati kita terhadap sesama
Telah hilang rasa kasih dan sayang
Yang dulu telah dipraktikkan nenek moyang kita
Telah lenyap toleransi
Yang pernah diajarkan para pendiri bangsa

Innalillahi wainnailaihi roji’un
Telah mati
Rasa kepedulian yang kini tergerus kemajuan zaman
Raib sudah
Rasa sesal dalam dada akibat menyakiti kawan dan handai taulan
Sirna
Dan sirna
Sirna dan sirna potret kerukunan yang dulu dicontohkan para pahlawan

Bangkitlah!
Sadarlah!
Insyaflah!
Hidup tidak sebercanda itu
Bertetangga tidak sama halnya dengan main mata
Menjalin silaturahmi tidak sambil lalu
Tindakan menolong tidak selayaknya tercampuri kepentingan busuk

Bangunlah!
Bukalah matamu!
Lihatlah sekelilingmu!
Ikatan tali persaudaraan tidak seperti pita seremonial
Lantunan kalam ilahi tidak sekadar bumbu acara formal
Pidato sambutan bukanlah ocehan kaum pengangguran
Hadirnya perubahan tidak seharusnya ditanggapi nyinyir di warung kopi pinggir jalan

Bangkitlah!
Banyak yang harus kita benahi
Sikap empati kita selayaknya diperbaiki
Rasa curiga hendaknya dikikis habis hingga tak tersisa setitikpun
Anak-anak kita butuh contoh yang baik
Bukan figur penuh kebencian dan kepalsuan dalam diri
Remaja kita butuh pendamping, pendengar, serta kawan
Bukan seorang yang pandai menilai dan menghakimi

Bangunlah!
Kita butuh aksi nyata
Negeri ini butuh sumbangsih yang sebenar-benarnya
Para pemuda harus bangkit
Orangtua wajib bersinergi
Pemerintah selayaknya meningkatkan kontribusi
Semua pihak sepatutnya tetap berpegangan tangan
Menyingkirkan segenap kecurigaan
Yang menjadi pemantik sumbu nyala api kehancuran
Sumber terciptanya situasi yang memporak-porandakan
Yang entah berakhir hingga kapan

Bangunlah!
Negeri kita sedang tidak baik-baik saja
Negeri ini sedang sakit
Kita butuh obat
Juga butuh pencegah
Kita butuh pergerakan
Juga butuh penggerak
Kita butuh bukti nyata

Juga butuh kontribusi
Kita butuh perubahan
Juga butuh pengubah
Untuk negeri kita tercinta ini
Untuk tanah air kita bersama ini

Bangunlah!
Ayo bangkitlah!

Sukamulya, 2017

Note: ini versi asli naskah puisi yang ditampilkan saat Pementasan Drama khas Kemah Bakti Mahasiswa XXIII tahun 2017 di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Indramayu.